Archive for the ‘Akidah’ Category

Luasnya Rahmat Allah

Posted: 11/13/2012 in Akidah, Hadits

Allah Ta’ala berfirman:
الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
“Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 2)
Ar-Rahman maknanya Yang maha luas rahmat-Nya, dan Ar-rahim maknanya Yang rahmat-Nya sampai ke seluruh makhluk. Demikian pendapat yang dipilih oleh Ibnu Al-Utsaimin rahimahullah dalam beberapa kitab beliau.
Allah Ta’ala berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَـاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 156)
Allah Ta’ala berfirman:
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab: 43)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابِهِ وَهُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ وَهُوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي
“Tatkala Allah mencipta para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya -dan Dia mewajibkan atas diri-Nya sendiri- yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Al-Bukhari no. 6855 dan Muslim no. 2751) (lebih…)

Belia, muda, maupun tua tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan kematian. Setahun yang silam, kita barangkali melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput kita. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Namun kematian sobat kita, itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar dari kelalaian kita. Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali pada Allah. Dunia akan kita tinggalkan di belakang. Dunia hanya sebagai lahan mencari bekal. Alam akhiratlah tempat akhir kita.

Sungguh kematian dari orang sekeliling kita banyak menyadarkan kita. Oleh karenanya, kita diperingatkan untuk banyak-banyak mengingat mati. Dan faedahnya amat banyak. Kami mengutarakan beberapa di antaranya kali ini.

Dianjurkan untuk mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadap kematian … (lebih…)

Dikalangan kita banyak yang
mengatakan bahwa Syiah itu bagian
dari Islam ternyata SALAH.Ternyata
syiah bukan Islam, Syiah Punya
agama tersendiri.
Berikut ini adalah perbedaan yang
sangat menonjol antara agama
Islam dengan agama Syi’ah, yang
dengannya mudah-mudahan kaum
muslimin dapat mengetahui hakekat
sebenarnya ajaran agama Syi’ah.

1. Pembawa Agama Islam adalah
Muhammad Rasulullah.

1. Pembawa Agama Syi’ah adalah
seorang Yahudi bernama Abdullah
bin Saba’ Al Himyari. [Majmu’
Fatawa, 4/435]
(lebih…)

Bekal #kematian

Posted: 09/03/2012 in Akidah

1. Bekal #kematian itu iman dan amal shalih. Harta tak ada guna, jabatan pun jua begitu. Apakah remaja Islam siap dgn bekal saat mati?
2. Setiap manusia pasti mati. Tetapi jenis #kematian spt apa yg dikehendaki? Bagi seorang mukmin, syahid di medan juang adalah kemuliaan.
3. Jika ditanyakan kpd para remaja muslim/ah, setelah #kematiandatang menjemput kalian, kalian inginkan surga atau neraka? | Pasti surga.
4. Tetapi keinginan utk dapatkan surga tak sebanding dgn kualitas iman dan kuantitas amal shalih. Lalu bekal #kematian spt apa yg dimiliki?
5. Remaja yg hedonis & liberal sekalipun, sprtinya inginkan surga | Tetapi apa iya keinginan baik ditempuh dgn cara salah? Bekal#kematian
6. Bekal #kematian yg sudah dirintis remaja muslim/ah sejak saat sekarang adalah: mereka ahli ibadah, hebat tsqafahnya, giat berdakwah.
7. Remaja muslim/ah yg taat syariat dan isiqomah dgn ajaran Islam dan mengamalkannya, insya Allah sdh tepat memilih bekal#kematian.
8. #kematian itu sangat boleh jadi amat dekat, hanya saja kita tak begitu peduli | Waspada setiap hari dan rutinkan mohon ampunan kepadaNya.
9. Tak perlu takut hadapi #kematian, slama kita beriman & tunjukkan amalan terbaik dlm hdp kita. Insya Allah kita dapatkan khusnul khatimah.
10. Jadi, ayo siapkan bekal #kematian yg terbaik. Mumpung masih remaja, tunjukkan sikap “lapar amal shalih” dlm hidupmu. Insya Allah baik.

http://remajadandakwah.wordpress.com/2012/09/03/bekal-kematian/

dakwatuna.com – Setiap kita akan menemui masa di mana ia adalah awal dari masa yang abadi, yaitu kematian. Tidak ada yang dapat mengetahuinya, terlebih menolaknya ketika ia datang. Di hadapan kematian semua sama kecuali yang paling baik amalnya.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Al Mulk: 2)

Allah tidak melihat pangkat, kekayaan, ketampanan, kecantikan, bahkan dalam ayat ini disebutkan “ahsanu amala”, yang baik amalnya bukan yang banyak amalnya.

Ini merupakan sebuah sunnatullah yang semua insan pasti mengetahuinya. Namun tidak semua orang menyadarinya bahwa kematian itu begitu dekat. Kematian jauh lebih mengenal kita bahkan daripada kita mengenal diri kita sendiri. Kita tak pernah mengetahui kapan kita akan mati, dimana kita akan mati, dan dalam keadaan apa kita mati. Sedangkan kematian itu sendiri lebih mengenalnya, sehingga banyak kita yang tidak sadar bahkan cenderung ingkar pada kuasaNya itu. (lebih…)

Sejarah Kemunculan Syi’ah

Posted: 04/12/2012 in Akidah

Secara fisik, sulit dibedakan antara penganut Islam dengan Syi’ah. Akan tetapi jika diteliti lebih dalam terutama dari sisi akidah, perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga tidak mungkin disatukan..

Syiah menurut etimologi bahasa arab bermakna pembela dan pengikut seseorang, selain itu juga bermakna setiap kaum yang berkumpul diatas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah, 3/61 karya Azhari dan Taajul Arus, 5/405, karya Az-Zabidi)

Adapun menurut terminologi syariat, syiah bermakna mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib lebih utama dari seluruh sahabat dan lebih berhak untuk menjadi khalifah kaum muslimin, begitu pula sepeninggal beliau (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal karya Ibnu Hazm)

Syiah mulai muncul setelah pembunuhan khalifah Utsman bin ‘Affan. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, masa-masa awal kekhalifahan Utsman yaitu pada masa tahun-tahun awal jabatannya, Umat islam bersatu, tidak ada perselisihan. Kemudian pada akhir kekhalifahan Utsman terjadilah berbagai peristiwa yang mengakibatkan timbulnya perpecahana, muncullah kelompok pembuat fitnah dan kezhaliman, mereka membunuh Utsman, sehingga setelah itu umat islam pun berpecah-belah. (lebih…)

Oleh, AM Waskito

Salah satu alasan yang membuat kaum Syiah Rafidhah selalu berbunga-bunga ialah sebagai berikut…

[=] Syiah adalah musuh terbesar Amerika dan Israel.

[=] Syiah adalah musuh utama Zionis Yahudi yang sangat ditakuti karena punya intalasi nuklir.

Sejarah Syiah: “Selalu Menusuk Ahlus Sunnah dari Belakang. Dan Tak Pernah Perang Melawan Orang Kafir.”
[=] Hizbullah adalah sosok kekuatan Syiah yang selalu gagah-berani menghadang barisan Zionis Israel.

[=] Sementara Saudi, Kuwait, dan Qatar, selalu bermanis-manis kata dengan dedengkot Yahudi, yaitu Amerika.

[=] Revolusi Khomeini adalah revolusi Islam yang menginspirasi perjuangan gerakan-gerakan Islam di dunia.

Ya, kurang lebih begitu klaim para aktivis agama Persia (Syiah Rafidhah) ini. Di berbagai forum, kesempatan, termasuk dalam diskusi di blog ini, alasan-alasan itu selalu mereka munculkan. Seakan-akan, tidak lagi alasan bagi Syiah untuk tetap eksis di muka bumi, selain klaim-klaim seperti itu.

Lalu bagaimana pandangan kita sebagai Ahlus Sunnah tentang klaim kaum Syiah ini? (lebih…)