Keutamaan Amalan Kontinyu

Posted: 12/14/2011 in Hati

بسم الله الرحمن الرحيم

Berkata Alloh ta’ala:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ (٣)

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Huud: 3)

حدثنا محمد بن المثنى، حدثنا يحيى، عن هشام قال: أخبرني أبي عن عائشة: أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل عليها وعندها امرأة، قال: (من هذه). قالت: فلانة، تذكر من صلاتها، قال: (مه، عليكم بما تطيقون، فوالله لا يمل الله حتى تملوا). وكان أحب الدين إليه ما داوم عليه صاحبه.

(Dengan sanadnya) dari Aisyah rodhiallohu ‘anha mengatakan bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempatnya dan di sisinya ada seorang wanita, Nabi berkata, “Siapakah ini?” Aisyah menjawab, “Si Fulanah, ia menceritakan shalatnya.” Nabi bersabda, “Lakukanlah (dengan baik), atasmu sesuai kemampuanmu. Karena demi Allah, Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri yang bosan.” Dan adalah ibadah yang paling dicintai oleh-Nya ialah apa yang dilakukan secara kontinu (terus menerus / berkesinambungan) oleh pelakunya. (Shohih Al-Bukhory no. 43, 1100)

Al Hasan Al Bashri (30-110 H) رحمه الله تعالى mengatakan, ”Wahai kaum muslimin, rutinlah dalam beramal, rutinlah dalam beramal. Ingatlah! Allah tidaklah menjadikan akhir dari seseorang beramal selain kematiannya.” Beliau rahimahullah juga mengatakan, ”Jika syaithon melihatmu kontinu dalam melakukan amalan ketaatan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaithon melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaithon pun akan semakin tamak untuk menggodamu.”

http://kebenaranhanya1.wordpress.com/2011/12/14/keutamaan-amalan-kontinyu/

Iklan

Komentar ditutup.