Arsip untuk 10/10/2011

Oleh: Artawijaya
Wartawan dan Penulis Buku

Pasca serangan bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo, perbincangan mengenai kaitan antara terorisme dan doktrin Wahabi kembali mencuat di media massa. Setidaknya hal itu tercermin dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj pada harian Republika (3/10/2011). Artikel berjudul “Radikalisme, Hukum, dan Dakwah” ini menarik untuk dicermati, karena KH Said Aqil telah mengaitkan antara pergerakan dakwah Wahabi dengan radikalisme. Beliau bahkan membuat istilah baru tentang dakwah Wahabi, yaitu “ideologi puritanisme radikal.”

Kita tentu bersyukur, seorang ketua umum sebuah organisasi massa besar seperti KH Said Aqil Siradj begitu peduli terhadap teror bom yang banyak menimbulkan korban dari masyarakat yang tak bersalah. Bahkan sebenarnya bukan hanya KH Said Aqil Siradj, tokoh yang sering dikait-kaitkan dengan kasus terorisme seperti KH. Abu Bakar Ba’asyir (ABB) pun mengecam aksi bom di Cirebon dan Solo sebagai tindakan ngawur yang jauh dari pemahaman syariat. Pada beberapa kesempatan, ABB menyatakan bahwa Indonesia adalah wilayah aman yang karenanya Islam harus ditegakkan lewat cara-cara damai. (lebih…)

Iklan

Ustadz Abdullah Taslim

عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الْبَدْرِىِّ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -: « الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ »

Dari Abu Mas’ud al-Badri radhiyallahu ‘anhu dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah barangsiapa yang membacanya di malam hari maka dua ayat tersebut akan mencukupi baginya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar dan anjuran membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah di malam hari, karena itu merupakan sebab dicukupkannya seorang hamba dari segala keburukan dan dimudahkan baginya banyak kebaikan[2].

Dalam hadits shahih lainnya tentang keutamaan dua ayat ini, bahwa malaikat memberi salam dan berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bergembiralah engkau (wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dengan dua cahaya yang diberikan (oleh Allah Ta’ala) kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelummu, (yaitu) surah al-Fatihah dan penutup (dua ayat terakhir dari) surah al-Baqarah, tidaklah engkau membaca satu hurufpun dari keduanya kecuali (semua) akan diberikan kepadamu”[3]. (lebih…)