Ramadhan Bulan Produktifitas

Posted: 07/18/2011 in Hati

Segala puji hanya bagi Allah semata, sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi yang tidak ada nabi setelahnya, Nabi kita Muhammad [sallallahu alaihi wasallam], kepada keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya sampai hari pembalasan kelak.

Saudaraku, sesunguhnya bulan Ramadhan adalah bulan untuk banyak-banyak beramal kebaikan, melakukan banyak produktifitas, dan mempraktekkan agama ini. Pada bulan ini Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] telah melakukan penaklukkan besar-besaran, dan juga mengajarkan banyak pelajaran besar yang penuh manfaat, demikian pula yang telah dilakukan para sahabatnya [radiyallaahun anhum]. Lantas bagaimana denganmu?? Apa yang telah engkau lakukan di bulan ini?

Cobalah kerjakan hal-hal berikut ini:

1. Bertaubatlah dengan sebenar-benarnya taubat, sehingga engkau dapat melihat hasilnya pada dirimu, ketika engkau berbicara dan beramal, ketika engkau makan dan minum, ketika engkau bergaul dan bersodaqoh di jalan Allah, dan di setiap aspek kehidupanmu dengan keluargamu dan teman-temanmu. Karena seorang yang benar-benar bertaubat akan baik amal perbuatannya. Allah [subhanahu wa ta’alaa] berfirman:

Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Furqon: 70)

Maka hendaklah setiap ucapan yang engkau katakan adalah dzikir , diammu adalah untuk merenung, makan dan minummu adalah untuk memperkuat diri dalam beribadah kepada Allah.

2. Bukalah lembaran kehidupan baru, lembaran yang diisi dengan tholabul ilmi, belajar memahami al-Qur’an, dan kemudian amalkanlah pada dirimu, keluargamu, dan di setiap urusanmu, mengharap balasan dari Allah, dan tabungan untuk kehidupan akhirat kelak, dan berbahagialah dengan apa yang ada di dalam al-Qur’an, Allah berfirman :

“Hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus: 58)

3. Kembalilah kepada ajaran nabimu nabi Muhammad [sallallahu alaihi wasallam], pelajari dan amalkan, jangan lengah sedikitpun. Dimulai dari aqidahmu, kemudian shalatmu, hendaknya engkau shalat sebagaimana Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] shalat, karena Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] bersabda:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي

“Shalatlah kalian sebagaimana aku shalat!” (HR.Bukhori dan Muslim).

Jika engkau adalah seorang imam di sebuah masjid, maka pimpinlah shalat seperti yang Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] lakukan. Dan setiap engkau mengetahui satu sunnah, maka genggamlah sunnah tersebut dengan kuat sepanjang hidupmu, begitu juga sunnah para Khulafaur Rosyidin. Utamakanlah ajaran Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] di atas perkataan setiap orang niscaya engkau akan mendapatkan hidayah karenanya, Allah [subhanahu wa ta’alaa] berfirman :

“dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nur: 54)

Dan di ayat lainnya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab: 21).

4. Ikutilah Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam], berdakwahlah sebagaimana beliau berdakwah.

Jadikan ayat ini di hadapanmu selalu:

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).

Dan ketika engkau telah mengetahui suatu ilmu dari Al-qur’an ataupun dari as-sunnah maka sampaikanlah kepada manusia, sungguh Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] telah bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah apa yang datang dariku walaupun itu hanya satu ayat” (HR.Bukhori)

5. Saudaraku, apabila engkau memilki harta, maka berinfaqlah di bulan Ramadhan ini kepada para fakir miskin, anak-anak yatim, para janda, dan setiap orang yang membutuhkan. Bantulah mereka sampai engkau bertemu dengan Rabbmu (hingga ajal menjemput). Buatlah acara yang dapat memperkokoh kegiatan dakwah dan halaqoh-halaqoh qur’an yang ada. Hendaknya engkau memperhatikan hal tersebut di sisa umurmu.

Pahamilah apa yang telah Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] katakan:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)

6. Wahai kaum muslimin, jika kalian mampu untuk mengerjakan amalan yang pahalanya akan terus mengalir sekalipun kalian telah meninggal, maka lakukanlah (ikut sertalah dalam kegiatan dakwah, halaqoh qur’an, membantu anak-anak yatim dan para fakir walaupun sedikit) karena Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] bersabda yang artinya:

إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang itu telah meninggal maka terputuslah pahala amal perbuatannya kecuali tiga hal, yaitu: pahala shodaqohnya, ilmunya yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakannya” (HR.Muslim)

7. Ketika engkau telah keluar dari bulan Ramadhan, maka hendaknya engkau telah belajar untuk bersabar dalam menjalankan ibadah ini (puasa), puasalah semampumu di setiap bulan (misalnya puasa di hari Senin dan Kamis, puasa ‘Asyuro, puasa Arofah, atau puasa 3 hari setiap bulannya) sehingga engkau mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa setahun penuh. Rasulullah [sallallahu alaihi wasallam] bersabda:

ثَلاَثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa tiga hari di setiap bulan dan puasa dari satu Ramadhan ke Ramadhan berikutnya seperti berpuasa setahun penuh”. (HR. Muslim).

Muhammad Ibn Syâmi Muthâin Syaibah

http://indonesian.iloveallaah.com/ramadhan-bulan-produktifitas/?utm_source=feedburner&utm_medium=email&utm_campaign=Feed%3A+iloveallaah%2Findonesian+%28iloveAllaah.com+Indonesian+Version%29

Komentar ditutup.