Arsip untuk 07/13/2011

Hal yang terindah dari wanita adalah……….
Bukan saat ketika ia tersenyum karena bahagia, tetapi saat butiran air matanya terjatuh dalam do’a.
Bukan pula karena kata-katanya yang indah, tetapi pada saat ia diam dalam dzikir.
Bukan pula karena kecantikannya yang mempesona, tetapi karena sujud dan ruku’nya yang tiada henti.
Bukan karena keelokan tubuh yang ia pamerkan, melainkan karena keteguhannya dalam menjaga auratnya.
Maka Ia adalah permata yang dirindu dan embun yang dinanti.
Bahkan bidadari surgapun cemburu padanya.

http://jihadsabili.wordpress.com/2011/07/13/hal-yang-terindah-dari-wanita/

Iklan

Hal ini berdasarkan dari firman Allah yang berbunyi : “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Ath-Thalaq : 3) yaitu yang mencukupinya. Ar-Robi’ bin Khutsaim berkata : Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia. (Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311)
Ibnul Qayyim berkata : Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong dan barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfa’at. (Taisirul Azizil Hamidh hal. 503) (lebih…)

Kenapa Harus Gelisah?

Posted: 07/13/2011 in Hati

dakwatuna.com – Sejatinya kehidupan kita adalah saling pandang memandang satu sama lain dalam lingkup interaksi sesama manusia (ust. Sultan Hadi). Dari interaksi tersebutlah kita saling bercermin, kemudian kita mengambil suatu yang bermanfaat, walau kadang sesuatu yang negatif tak bisa kita tangkis, karena bagaimanapun syaitan tidak akan tinggal diam ketika melihat Hamba Allah yang menuai kebaikan. Dalam interaksi inilah syaitan mencoba untuk membisikkan ke dalam diri manusia, agar manusia iri terhadap apa yang dimiliki lawan pandangnya.
(lebih…)

REPUBLIKA.CO.ID, Abdul Azis adalah Sultan Turki Utsmani yang memerintah antara 1861-1876. Ia lahir 1830, menduduki tahta 1861, dan dicopot dari kedudukan 1876. Empat hari setelah pencopotannya, ia meninggal dunia. Banyak sejarawan yakin bahwa ia mati syahid setelah anggota Turki Muda mengatur persekongkolan untuk membunuhnya dan mengumumkan kematiannya.

Abdul Azis naik tahta menggantikan saudaranya, Abdul Majid I, pada akhir 1277 H. Pada masa pemerintahannya, meledak revolusi di kepulauan Kreta. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan 1283 H/1863 M. Setelah itu, Terusan Suez berhasil ditaklukkan pada 1285 H/1869 M.
(lebih…)

Allah SWT itu indah, dan mencintai keindahan, begitu bunyi salah satu hadis Rasululah SAW. Dalam hadis lainnya juga diungkapkan bahwa, “Sesungguhnya Allah SWT itu bersih dan mencintai kebersihan”. Ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW itu telah melecut para ilmuwan Muslim untuk berkontribusi dalam bidang perawatan kecantikan, mulai dari rambut hingga ujung kaki. Sejatinya, perawatan kecantikan telah berkembang sejak era kejayaan Islam. Adalah Ibnu Sina (980 -1037 M) dokter Muslim legendaris dalam kitabnya Qanin fi Thib atau Canon of Medicine secara khusus menuliskan rahasia dan resep perawatan kecantikan mulai rambut hingga ujung kaki. (lebih…)

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.

Di tahun 2011 ini muncul sebuah kejutan khususnya di lapangan dakwah Islam di Tanah Air, yaitu dengan terbitnya sebuah buku berjudul: “SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama”. Buku ini karya orang Indonesia, tetapi disamarkan seolah penulisnya adalah orang Arab. Si penulis menyebut dirinya sebagai Syaikh Idahram, sebuah nama yang terasa asing di kancah dakwah.

Buku ini selain memakai judul yang sangat kasar, semodel buku-buku karya orang PKI atau kaum atheis lainnya, di dalamnya juga pekat berisi fitnah, kebohongan, penyesatan opini, penyebaran akidah Syiah, upaya adu-domba antar Ummat Islam, dll. Banyak fakta-fakta bisa diungkap tentang kebohongan dan kecurangan Syaikh Idahram. Sangat ironisnya, buku itu justru diberi kata pengantar oleh Ketua PBNU, Said Agil Siraj. Said Agil ini sepertinya sudah tidak sabar untuk memanfaatkan posisinya —sebagai Ketua PBNU— untuk menyerang para aktivis Islam. Belum juga lama dia menjadi Ketua PBNU, langsung terlibat menjadi promotor utama terbitnya buku adu-domba ini. Seharusnya Said Agil bermain cantik, sehingga ambisi permusuhannya kepada aktivis Islam tidak cepat kelihatan.
(lebih…)

“Jadilah berbuah dan berkembang biak” adalah perintah pertama dalam Yudaisme. Anak-anak berada di pusat visi Yahudi kehidupan keluarga. Saat ini Israel terus menempa anak-anak mereka untuk menjadi penerus tongkat estafet Yahudi. Dipundak mereka lah jalan Yahudi untuk menguasai dunia akan diemban. Termasuk menyambut sang mata satu, yakni Al Masihud Dajjal.

Israel adalah salah satu Negara yang sangat serius terhadap anak. Bisa dikatakan masa depan Israel akan sangat bergantung kepada anak-anak Israel itu sendiri. Maka itu tak heran, jika C. Robb mengatakan, “When you into the eyes your children, you can see the future of Israel”.

Hal ini pun diamini oleh Israel Children Centre (ICC), sebuah lembaga sosial Anak terbesar Israel sejak tahun 1976. Di situsnya, israelchildren.org, dituliskan bahwa program-program ICC seperti pengembangan diri, penempaan fisik, sosial dan lain sebagainya, akan membantu masa depan Israel yang lebih cerah, “they help guarantee a bright future for the State of Israel.”

Perhatian Israel kepada seorang anak memang perintah Talmud. Kitab rasis itu menerangkan peran penting orangtua Yahudi dalam menjaga millah anaknya. Tugas ini dilakukan tidak hanya oleh seorang ibu, tapi juga ayah. Maka itu ada sebuah ayat Talmud yang menerangkan peran seorang ayah dalam memainkan pendidikan anak.

Seorang ayah harus berhati-hati untuk menjaga anaknya dari kebohongan, dan ia harus selalu menjaga firman-Nya kepada anak-anaknya. (Talmud Sukkah 46b)

Dalam mazhab Hasidik pun ada sebuah riwayat ketika seorang ayah pernah datang ke Baal Shem Tov (Pemimpin Mazhab Hasidik Yahudi) dengan membawa suatu masalah seputar anaknya. Ia mengeluh bahwa anaknya meninggalkan ajaran moralitas Yahudi dan bertanya kepada rabbi Baal Shem Tov langkah apa yang harus ia lakukan. Maka, Baal Shem Tov pun menjawab: “Lebih cintai lagi anakmu.”

Artinya, anak adalah investasi terbesar dalam millah Yahudi dalam mewujudkan titah kejayaan Israel dalam suatu masa. Oleh karenanya, dalam perkembangan terakhir, tercatat ada tren dimana lembaga-lembaga anak mulai menjamur di Israel.

Selain ICC, salah satu lembaga yang concern menangani anak Yahudi Israel ialah National Council for The Child Israel (NCCI). NCCI didirikan pada tahun 1979. Jika ICC bergerak pada ranah sosial dan pendidikan, maka NCCI lebih begerak pada bidang penjagaan hak anak-anak Yahudi. Mereke banyak terjun dalam praktik lobi dan pengawas kebijakan Israel tentang hak-hak anak-anak Yahudi baik dalam segi pendidikan maupun masa depan.

Selain NCCI, LSM anak yang fokus terhadap anak-anak Israel dan Yahudi diantaranya seperti Children’s Rights Coalition, Civic Forum Institute (CFI), Conscience and Peace Tax International, Defence for Children International – Israel , Early Childhood Resource Centre, Israeli Residential Education and Care Association, Open line for Students , Palestinian Network for Children’s Rights, Save The Children USA – West Bank/Gaza Field Office, Spafford Children’s Centre, dan masih banyak lagi.

Apa sebenarnya yang menjadi misi dibalik menjamurnya Lembaga-lembaga anak di negara pembuat onar tersebut? Minimal ada dua misi utama dibalik itu semua. Pertama hal ini dilakukan sebagai kaderisasi Israel bagi generasi penerus bangsa Yahudi selanjutnya.

Kedua, ini dilakukan sebagai pengalihan isu bahwa Israel selama ini sangat memperhatikan hak-hak seorang anak. Hal ini akan berdampak pada pandangan dunia terhadap Israel tentang kiprahnya, menjaga masa depan seorang anak, termasuk juga anak muslim Palestina.

Padahal pada kenyataannya, hal itu tidak lah benar. Israel diam-diam mengorganisir anak-anak Israel untuk melakukan psy war terhadap anak-anak muslim Palestina dan dunia Arab pada umumnya. Hal inilah yang pernah terjadi pada tahun 2006 ketika Israel mengumpulkan anak-anak Yahudi di tengah lapang dan menuliskan kata-kata di roket militer Zionis sebelum melesat ke Palestina dan Libanon. Sambil tersenyum, bocah-bocah thaghut itu menulis:

Dear Lebanese, Palestinian, Arab, Muslim kids.
Die with love
Yours,
Israeli Kid

Israel pula yang menggorganisir bocah-bocah Yahudi untuk ikut melakukan aksi demo menentang perkawinan campur antara orang Yahudi dan non Yahudi serta menghina kaum non Yahudi dengan sumpah serapah. Mereka pun kerap mem-blow up pertemuan antara anak-anak Israel dengan anak Palestina untuk menutupi fakta seakan-akan mereka adalah bangsa yang baik dan menghargai orang lain.Padahal pertemuan itu hanyalah bagian dari pengalih isu dan tidak sebanding dengan apa yang telah mereka doktrinkan kepada anak-anak untuk menebarkan perang kepada Islam dan juga jutaan anak Palestina yang mereka bunuh.

Kita tentu masih ingat, pada tahun 2008 dimana Israel membabi buta membantai anak-anak Palestina. Ketakutan itu dilakukan Israel semata-mata karena anak muslim Palestina adalah bom waktu yang akan menghancurkan dan menghapus mereka dari muka bumi.

Kita ketahui bersama, bahwa pada bulan suci Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pernah melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Al Qur’an. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz itu adalah “kenyataan pahit” bagi Yahudi yang akan menjadi malapetakan bagi Israel. Jika dalam usia semuda saja mereka sudah menguasai Al Qur’an, bayangkan bagaimana 20 tahun lagi, bahkan 10 tahun lagi akan berbondong-bondong mendatangi Yahudi dengan serentetan senjata di tangannya. Itulah yang berkecamuk dalam pemikiran para bajingan-bajingan Israel.

Seperti yang pernah mereka lakukan dengan memenjarakan 13.000 anak-anak Palestina pada tahun 1989. Mereka pun disiksa dan diabaikan hak-haknya. Semakin keras tangisan anak Palestina, maka semakin brutal mereka menyiksa.

Hal ini dilakukan pasca meletusnya Intifdha pertama tahun 1987 dimana Pemuda-pemuda Palestina melakukan aksi balas dendam atas syahidnya enam anak Palestina oleh tentara thaghut Israel. Bayangkan bagaimana takutnya tentara thaghut Israel hanya dilawan oleh enam palestina, bagaimana dengan seratus, seribu, bahkan sejuta.

Maka itu tidak akan pernah ada kata berhenti untuk melawan agresi Zionis Israel. Kita adalah bangsa mulia yang sudah dijanjikan menang oleh Allah dalam melawan Yahudi. Dan yakinlah, cepat atau lambat, anak-anak Muslim Palestina akan menjadi martir dan siap membunuh Israel selama mereka masih duduk di Palestina.

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”(QS. Al Anfal: 9). (pz/bersambung)

http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/lihatlah-bagaimana-orang-yahudi-mendidik-anak-mereka-4.htm