Memohon Pertolongan Allah

Posted: 07/04/2011 in Do'a dan Dzikir, Kisah

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ. فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ, لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih (mengingat Allah), niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS. Ash-Shaaffaat: 142-144)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa ketika Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah, maka beliau ditegur dengan suatu teguran yang berat, yaitu dimasukkan ke dalam perut ikan yang besar. Sebenarnya jika Allah berkehendak, Allah bisa saja membiarkan Nabi Yunus tenggelam di laut dan wafat di situ. Namun Allah menyelamatkan beliau dengan memasukkan beliau ke dalam perut ikan.

Namun demikian, perut ikan ini dibiarkan melumat kulit Nabi Yunus hari demi hari. Tetapi Nabi Yunus banyak mengingat Allah seperti dijelaskan dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 87:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiyaa’: 87)

Nabi Yunus menyeru Allah dalam gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan, “Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaKa, innii kuntu minazh zhaalimiin. Tidak ada ilah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Maka Allah pun menyelamatkan Nabi Yunus. Begitulah Allah, sebagaimana Dia telah menyelamatkan Nabi Yunus dari malapetaka, maka Dia selamatkan pula orang-orang yang beriman dan banyak berdzikir kepada Allah dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya.

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan seperti itulah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anbiyaa’: 88)

Seandainya Nabi Yunus bukanlah orang yang banyak berdzikir, banyak bertasbih, banyak memohon kepada Allah, niscaya malapetaka itu akan terus menimpa Nabi Yunus hingga hari kiamat. Namun karena Nabi Yunus banyak bertasbih, maka malapetaka yang berkepanjangan itu diringkas dalam beberapa hari saja. Allah angkat malapetaka itu dari Nabi Yunus, padahal Dia bisa memperpanjang malapetaka itu. Allah keluarkan Nabi Yunus dari malapetaka itu karena Nabi Yunus adalah orang yang banyak bertasbih.

Maka beruntunglah orang-orang yang banyak bertasbih, banyak berdzikir, banyak mendirikan shalat yang mana di dalam shalat itu terdapat tasbih, dzikir, istighfar, shalawat, doa, takbir, tahlil, tahmid, dan sebagainya. Karena baginya telah Allah sediakan pintu dan jalan keluar dari berbagai masalah, bencana dan malapetaka.

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang banyak mendirikan sholat, banyak mengingat Allah, banyak bertasbih, tahmid, tahlil, shalawat, istighfar dan amal shalih lainnya. Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat. Aamiin

http://artikelislami.wordpress.com/2011/07/04/memohon-pertolongan-allah/

Komentar ditutup.