Memperingati 63 Tahun Israel, Negara Diatas Tumpukkan Tulang-Belulang Rakyat Palestina

Posted: 05/12/2011 in Lain-lain

Israel merayakan 63 tahun “kemerdekaannya” hari ini. Namun, perayaan yang akan dilakukan oleh negara Zionis-Israel itu, sebuah perayaan yang hanya memperingati sejarah negara yang hitam kelam.

Negara Yahudi, sebuah negara berdiri diatas diatas tumpukkan tulang-belulang, darah, air mata, pembersihan etnis, penindasan, penghancuran, dan kekejaman yang sistemtis selama 63 tahun terhadap rakyat Palestina.


Ketahuilah, peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak 63 tahun yang lalu, sampai hari, tanpa ada sedetikpun jeda. Di mana terus-menerus Israel melakukan genosida (pembantaian) terhadap rakyat Palestina. Pembantaian yang dipertontonkan oleh rezim Zionis-Israel itu, terakhir agresi militer terhadap rakyat Palestina di Gaza, bulan Januari 2010, yang menewaskan ribuan penduduk di wilayah itu.

Perempuan, anak-anak, orang tua semuanya dibantai oleh tangan-tangan kotor penjajah Yahudi itu. Kejahatan yang dilakukan oleh pemerintahan pendudukan itu, telah diakui oleh banyak intelektual dan sejarawan Yahudi, yang datang untuk mengakui dan mengenali, negara kleptomaniak yang berada dalam kondisi kegelapan. Anehnya, rezim Zionis-Israel masih berani menuduh Hitler sebagai penjahat.

Kelahiran negara laknat Zionis-Israel tahun 1948, sangat tidak diragukan lagi sebagai manifestasi tindakan penuh kekejaman yang brutal dari kelompok Zionis yang berasal dari Eropa Timur. Mereka datang berbondong-bondong ke Palestina, dan menghancurkan setiap aspek kehidupan penduduk di wilayah itu. Mirip dengan apa yang dilakukan Stalin yang memiliki dan mempraktekkan ideologi fasis yang sangat kejam dan biadab.

Gerombolan Yahudi itu memastikan bahwa mereka meniru, meniru dan menyalin semua kejahatan besar dalam bentuk genosida dan praktek-praktek rasis yang dilakukan Hitler di Jerman. Hal itu, seperti diungkapkan menteri pertanian Israel, Aharon Zisling, yang mengakui bahwa “kita telah melakukan perbuatan Nazi”, ujarnya.

Mengucapkan kebobrokan dan kriminalitas dari geng teroris Zionis, Presiden Truman berkomentar bahwa “Saya takut sekali bahwa orang-orang Yahudi itu sama seperti gerakan milisi yang haus darah. Ketika mereka sampai di puncak, mereka hanya sebagai kekuatan yang tidak toleran dan kejam. Sebagaimana orang-orang yang simpati kepada mereka, ketika mereka di bawah penindasan Nazi. Saya menyesal melindungi mereka. Situasi ini sangat sering terjadi. Karena simpati saya, kemudian dunia selalu di pihak mereka”, ujar Truman.

Untuk menutupi kejahatan kriminal mereka, mereka selalu berkedok dengan sejarah Holacoust. Zionis mengarang kebohongan terbesar dalam sejarah. Mengarang segala macam cerita palsu tentang dugaan tanah air bagi orang Yahudi. Beberapa orang Yahudi Zionis, mengambil keuntungan adanya sikap anti-Semitisme di Barat. Terutama pasca bencana yang mereka alami selama di Eropa. Mereka cukup berani untuk menciptakan konsep ras Yahudi, yang sangat kontroversi. Terutama dalam menghadapi fakta-fakta biologi, antropologi silsilah, dan sejarah .

Zionis, yang mempraktekkan kebiasaan berbohong, seperti kebutuhan mereka menghirup oksigen, dan akan selalu berusaha untuk “membuktikan” kebohongan itu sebagai “kebenaran” dari kebohongan besar yang telah mereka lakukan.

Misalnya, saat berlangsung perdebatan beberapa tokoh fanatikus Zionis baru-baru ini, tentang fakta bahwa orang-orang Yahudi Latvia (putih) dan Yahudi Ethiopia (hitam) jelas tidak memiliki keturunan yang sama, misalnya Yakub, tokoh Alkitab, juga dikenal sebagai Israel. Tapi Zionis tidak akan puas dengan kebenaran. Mereka berpendapat bahwa alasan Yahudi Latvia dan Rusia, karena begitu banyak perempuan Yahudi diperkosa oleh laki-laki Goyem (kafir) dari negara-negara kawasan Baltik, yang mengakibatkan perempuan ini melahirkan anak putih!!. Inilah yang menjadi cikal-bakal negara Yahudi-Israel sekarang, menurut mereka.

Kebenaran tentang masalah ini bahwa cerita Zionis merupakan kemenangan kekuasaan terhadap kebenaran. Namun, kemenangan itu tidak akan berlangsung lama. Israel akan dan harus memenuhi nasib yang sama, karena itu proyek kolonialis seperti terjadinya Perang Salib. Kehancuran Zionis-Israel, memang tidak terjadi esok hari , tetapi itu pasti akan terjadi.

Kaum Yahudi menyadari bahwa merayakan kemerdekaan tanah air yang milik orang lain adalah tidak benar-benar sebuah kemenangan otentik. Juga bukan kemenangan moral. Memang, orang yang tinggal di rumah milik orang lain, yang menikmati kebun, dan kebun anggur milik orang lain. Di mana pemilikinya telah diusir di bawah todongan senjata. Hanya karena mereka kebetulan berada dalam posisi “Tidak ada pilihan”. Akibat kondisi yang ada itu, mereka menjadi putus asa. Meskipun, sekarang putus asa itu, berubah menjadi kebangkitan rakyat Palestina yang menuntut hak mereka kembali.

Namun, hal ini terjadi dengan sebagian besar yang dilakukan oleh orang Yahudi Israel. Mereka datang dari negeri-negeri jauh untuk mengklaim tanah air yang bukan milik mereka. Ketika penduduk asli di tanah Palestina, melakukan protes atau menolak teror yang terorganisir dari penjajah Eropa Timur, bahwa mereka Yahudi-Zionis mengatakan, bahwa diri mereka sebagai korban teroris dan anti Semit. Inilah yang sangt aneh. Sebuah kebohongan yang mendapat dukungan masyarakat Barat. Mereka dengan kekuatan yang mereka miliki, seperti media massa, berhasil mengubah cara pandang masyarakt dan pemerintahan Barat, yang selalu berpihak kepada Zionis-Israel.

Tetapi, Yahudi Zionis akan selalu kehilangan ketenangan, ketika kita mengingatkan masyarakat dunia, bahwa apa yang dilakukan Zionis-Israel itu sama dengan apa yang dilakukan oleh yang Nazi terhadap rakyat Palestina. Inilah yang membuat mereka selalu takut, paranoid, dan gemetar menghadapi tuduhan atas kejahatan mereka itu.

Sekarang, marilah kita bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan berikut: “Apakah benar cerita ‘Nazi’, yang membawa jutaan orang Yahudi ke kamar gas, dan menghanguskan mereka semua?” Atau cerita itu palsu yang sengaja terus dihembuskan oleh kaum Yahudi, yang kemudian menyandera seluruh penduduk bumi? Kemudian, hanya cerita tentang “Holacoust” yang terus menerus disajikan oleh propaganda Yahudi. Kemudian mereka bisa berbuat sekehendaknya untuk membumi hanguskan orang-orang Palestina di tanah air mereka sendiri?”.

Lebih jahat mana antara Nazi-Jerman dengan Zionis-Israel yang sudah merampas tanah air rakyat Palestina? Membunuhi rakyat Palestina setiap hari? Melakukan horor terhadap rakyat Palestina dengan menggunakan senjata modern buatan Amerika? Memblokade rakyat Palestina di Gaza? Seluruh kejahatan yang rezim Israel, tak pantas dikatakan sebagai negara yang beradab. Negara yang menganut kaidah-kaidah negara modern. Negara Israel itu, tak lebih sebuat entitas penjahat, kriminal, dan pembantai dan penghancur kemanusiaan, yang tidak ada bandingannya di muka bumi ini.

Lalu, mengapa harus diperingati Israel sebagai sebuah negara merdeka yang mempunyai hak sejarah atas kemerdekaannya?. Mereka merampas, mengusir, membunuh, dan melakukan pembantaian “genoside” terhadap rakyat Palestina yang tidak berdosa, dan kemudian mereka hidup diatas tanah kelahiran mereka.

Mereka bukan berperang menghadapi penjajah, yang merampas tanah air mereka. Justru mereka menjajah dan menguasai tanah kelahiran rakyat Palestina. Lalu, mereka sekarang memperingti hari “Kemerdekaan”? Sungguh ini sebuah tragedi dan ironi.

Tetapi, mereka masih berani bercerita tentang kamp Auswicth, yang sangat mengerikan, dan membuat kesaksian orang-orang yang masih hidup, dan menjadi saksi, serta mereka terus mempublikasikan mereka yang selamat dari kamp Auswich itu.

Waktu itu, 63 tahun lalu, Zionis membongkar 438 desa Palestina, dan meracuni sumur-sumur, dan kemudian sumur-sumur itu dihancurkan untuk memastikan bahwa pemilik hak yang syah rakya Palestina itu, mereka tidak akan kembali. Hari ini, Zionis-Israel tetap berperilaku sama, tidak ada yang berubah. Mereka terus menghancurkan rumah-rumah, masjid, menghancurkan peternakan, dan membunuhi rakyat Palestina, menangkap, menahan, dan menyiksa. Itu sudah menjadi kejadian yang rutin. Tujuan agar rakyat Palestina angkat kaki.

Hari ini, 63 tahun kejahatan Israel, seperti melakukan perkosaan, pencurian dan penindasan, dan pembantaian sedang dimuliakan dan dikuduskan oleh anak-anak, cucu dan keturunan mereka, semuanya diatas penderitaan rakyat Palestina. Hasilnya adalah entitas setan yang setiap saat mempraktekan kebobrokan yang tidak dapat dibayangkan, dan terus-menerus dusta untuk menyembunyikan rasa malu-nya.

Israel merayakan kebebasan, sementara lebih dari sembilan juta warga Palestina diperlakukan seperti budak, atau anak-anak Tuhan yang lebih rendah, beberapa mendekam di kamp-kamp pengungsi. Waktu 63 tahun, dalam kondisi yang mengerikan seperti penahanan massal, kelaparan kolektif, penganiayaan sehari-hari, dengan tidak ada kebebasan. Sangat sedikit harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi rakyat Palestina.

Pada saatnya nanti bangsa Palestina akan menemukan kebebasan nyata. Setelah semua, Zionisme dan Yahudi berhasil dikalahkan oleh entitas masyarakat dunia, yang menyadari bahwa sejatinya Yahudi itu adalah entitas penjajah, pencuri tanah, pembunuh, dan pelaku kebohongan sejati di muka bumi ini. (mhi)

http://www.eramuslim.com/berita/analisa/peringatan-63-tahun-israel-memperingatai-hari-pengusiran-dan-pembantaian-rakyat-palestina.htm

Komentar ditutup.