Arsip untuk 05/06/2011

Salah seorang sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم ialah Abdullah bin Umar radhiyAllahu ‘anhuma. Beliau adalah seorang sahabat mulia putra dari salah seorang sahabat utama yakni Umar bin Khattab radhiyAllahu ‘anhu. Beliau seorang yang dikaruniai Allah سبحانه و تعالى ke-faqih-an (kedalaman pemahaman) dalam ilmu-ilmu mengenai dienullah Al-Islam. Beliau juga terkenal seorang yang zuhud (tidak terikat hati dengan dunia) dan ‘abid (rajin ber-ibadah kepada Allah سبحانه و تعالى). (lebih…)

Iklan

K0m1518eTY4H00d0TC0M

Posted: 05/06/2011 in Lain-lain

Kamis siang (5/5), wajah Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso tampak sedikit ‘kencang’. Di depan wartawan yang mengerubunginya, politisi Golkar tersebut mengeluhkan kritik dan kecaman yang terus-menerus menyerang institusi tempatnya mencari nafkah. Terakhir dia mengeluhkan sikap pelajar Indonesia di Australia terkait email bodong Komisi VIII.
(lebih…)

Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa Wa Hab Lanaa Min Ladunka Rohmatan, Innaka Antal Wahhaab
Artinya :
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Mahapemberi (karunia).” (QS.Ali ‘Imran:8)

Penyimpangan I’tiqad/Aqidah

Kedhzaliman yang paling dahsyat yang dilancarkan oleh KW-9 baik masa kepemimpinan Haji Abdul Karim, Haji Ra’is maupun kepemimpinan Abu TOTO adalah menciptakan Syirik. Berdasarkan data-data yang telah tertuang di atas dari beberapa kesaksian dan laporan para mantan pengikut Abu Toto, maka syirik yang diciptakan NII KW-9 kurun 1984-5 s/d 2002 sekarang adalah menyusun sistematika tauhid secara serampangan, dengan membaginya kedalam 3 substansi Tauhid, di antaranya ialah: Tauhid Rububiyyah, Tauhid Mulkiyyah, Tauhid Uluhiyyah tanpa dasar disiplin ilmu sedikit pun (sangat liar). Antara lain:
(lebih…)


Para jamaah NII alzaytun Menghalalkan merampok, mencuri, menipu, memeras, merampas atau melacur asalkan demi kepentingan Negara atau Madinah. Hal tersebut disandarkan pada filosofi sesat atas kepemilikan wilayah teritori Indonesia oleh Negara Islam Indonesia, atas dasar Proklamasi NII dan ke-Khalifahan Kartosoewirjo pada tahun 1949, serta dalam rangka aplikasi atau praktek dari ayat “Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang Shalih”.
(lebih…)