Bukan tempat istirahat

Posted: 04/05/2011 in Hati

Dunia bukan tempat istirahat

Sayyidatuna Fathimah putri insan termulia dan penghulu wanita di surga sering kali merasakan cape dan letih saat bangun dari tidurnya karena beliau masak, menumbuk gandum, mengurus anak, suami dan rumah sendiri tanpa pembantu. Karena tak tega melihatnya, maka suaminya al imam Ali menganjurkannya untuk meminta pembantu kepada ayahnya mungkin bisa meringankan beban beliau.

Awalnya Sayidah Fatimah merasa sungkan untuk mengutarakan keinginannya kepada sang ayah yang menjabat sebagai Rasul termulia dan terakhir itu. Namun akhirnya beliaupun menyampaikan keinginannya.

Sang ayah sebagai pendidik sejati berkata kepada beliau “Lebih baik engkau bersabar wahai putriku!

Tapi aku sering merasa letih dan kelelahan setiap kali aku bangun dari tidurku” jawabnya.

Maka Nabi berkata “Bacalah olehmu setiap sebelum tidur Subhanallah 33x Alhamdulillah 33x dan Allahu Akbar 34x maka aka membuatmu kuat kembali dan tidak lelah

maka beliaupun menerima nasehat dan ilmu dari ayahnya yang mulia itu dengan senang hati dan terus beliau amalkan hingga akhir hayatnya.

Saudaraku yang budiman, tidakkah kita terharu melihat keluarga ini?

Siapa Sayidah Fathimah?

Bagaimana ayahnya mendidik putri kesayangannya itu bahwa memang dunia ini bukan tempat bersenang-senang bukan tempat istirahat namun akhiratlah peristirahatan terakhir.

Malu rasanya hati ini kepada mereka setiap kita menoleh kepada gaya hidup kita yang serba ingin yang bagus, fasilitas yang serba ada.

Semoga dan yang penting adalah bahwa semua yang Allah Anugerahkan kepada kita bisa kita syukuri dan kita selalu ingat bahwa itu semua adalah keberkahan baginda Nabi Muhammad SAW dan tidak membuat kita lalai dari Allah dan RasulNya.

Sumber: http://darul-asrar.blogspot.com/2010/11/sekilas-kehidupan-keluarga-nabi.html

Catatan kami (penulis blog), hikmah dari tulisan di atas adalah bahwa kelelahan, kesenangan ataupun segala sesuatu di dunia ini janganlah melalaikan kita dari mengingat Allah Azza wa Jalla.

Hal inilah yang merupakan hakikat Zuhud terhadap dunia yakni  seseorang meninggalkan segala sesuatu yang dapat melalaikannya dari mengingat Allah.

Sungguh jika kita zuhud terhadap dunia, maka Allah Azza wa Jalla akan mencintai kita dan muslim lain pun mencintai kita.

Dari Abul Abbas — Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy — radliyallahu ‘anhu, ia berkata: Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah! Tunjukkan kepadaku suatu amalan yang jika aku beramal dengannya aku dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.” Maka Rasulullah menjawab: “Zuhudlah kamu di dunia niscaya Allah akan mencintaimu, dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia niscaya mereka akan mencintaimu.” (Hadist shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan lainnya).

Selengkapnya silahkan baca tulisan pada
http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/30/zuhudlah-di-dunia/

Wassalam

Zon at Jonggol, Kab Bogor, 16830

http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/04/01/bukan-tempat-istirahat/

Komentar ditutup.