Istighfar….Solusi setiap permasalahan hidup anda

Posted: 03/18/2011 in Do'a dan Dzikir, Hati

Sahabat..

Di detik ini, saat ini mungkin diantara kita ada yang mengalami kegalauan dan keresahan dalam menghadapi panggung kehidupan ini. Himpitan ekonomi, permasalahan keluarga, terlilit hutang, sakit yang sulit disembuhkan, keimanan yang terjun bebas, lingkungan yang tidak kondusif, ditindas, terdzolimi dan berbagai macam problema kehidupan lainnya yang membuat kita seolah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kita seolah ingin pingin teriak, kita seolah stres, dan depresi.

Sahabat..

Sedikit saya berbagi sepenggal kisah penuh hikmah yang menimpa seorang sahabat saya (maaf, semoga bukan menguak luka lamamu sobat…tapi kami ingin mengambil sesuatu yang berharga darimu)

Sahabat..

Dahulu kami berdua adalah sepasang sahabat yang sangat dekat. Tidur bareng, kuliner di kaki lima bareng, ngocol bareng, sepakbola bareng, mengaji bareng, dan menyapu masjid bareng (maklum kita dulu selagi kuliah nyantrek dimasjid dan bermukim disitu). Tetapi akhirnya kita berpisah karena masing-masing telah lulus kuliah, sedangkan saya ‘terlempar’ merantau ke tanah borneo di samarinda.

Waktu bergulir, kami sudah memiliki kehidupan baru sendiri-sendiri (berkeluarga). Hingga suatu saat ketika saya balik ke jawa, saya terkejut ketika mendapatinya sebagai ‘sosok’ yang sangat berbeda. Tidak ada lagi candatawa dan keakraban yang selama ini kami rindukan untuk sekedar bernostalgia. Sampai ketika saya mendengar dari teman-teman yang lain bahwa dia mengalami depresi dan stres berat. Saya tidak tahu persis apa yang sebenarnya menimpa diri dan keluarganya. Sesuatu yang seakan mustahil menimpa seseorang yang aku kenali kepribadian, ilmu dan pemahamannya tentang agama. Walaupun akhirnya saya sadar bahwa dia benar-benar mengalami kejadian yang hebat ketika saya melihat bahwa dia harus mengkonsumsi obat-obatan dari dokter ahli penyakit jiwa. Saya pun tidak bisa berbuat banyak untuknya, hanya bisa berdoa seiring kembalinya saya ke samarinda lagi.

Sahabat..

Setidaknya hampir satu tahun kemudian saya bertemu kembali dengannya. Kali ini berbeda, keceriaannya merekah kembali. Dia menjadi sahabat yang aku kenal dahulu. Kita pun akhirnya bisa bernostalgia kembali, berkuliner kembali hehe…

Sahabat..

Ada sesuatu yang sedikit berbeda yang saya perhatikan dari dirinya. Disela-sela candatawa kita dan apapun juga bibirnya tidak henti selalu membaca ISTIGHFAR. Astaghfirloh…astaghfirloh..astaghfirloh…astagfirloh…

Sahabat..

Benar..dia selalu beristighfar disetiap saat. Hingga saya menanyakan hal tersebut kepadanya dan dia menjawab “Ris, kita tidak memiliki sesuatu yang ‘hebat’ dihadapan Allah. Puasa kita sedikit, Tahajud kita minim, tilawah Alquran kita tidak maksimal, tapi milikilah sesuatu yang ‘kecil dan mudah’ tetapi hakekatnya sangat besar. Aku beristighfar karena dengan begitu aku setidaknya selalu berinteraksi dengan Allah. Aku beristighfar karena aku lemah, dan Allah yang akan menguatkan diriku, dan menyelesaikan permasalahan dan kesulitan yang aku hadapi”.

Sahabat..

Demikianlah, ternyata ucapan yang sangat pendek ini memiliki fadhilah yang sangat hebat. Sebagaimana kisah ulama salaf Hasan al Basri.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata:”Ada seorang laki-laki mengadu kepadanya Hasan Al-Bashri tentang kegersangan bumi maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” yang lain lagi berkata kepadanya,”Doakanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak!” maka beliau mengatakan kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!”Dan yang lain lagi mengadu tentang kekeringan kebunya maka beliau mengatakan pula kepadanya,”beristighfarlah kepada Allah!” Dan, kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama.Dalam riwayat lain disebutkan:”Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya:Banyak orang yang mengadukan bermacam-macam perkara dan anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar.

Maka Hasan Al-Bashri menjawab:”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri.tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat-Nya, Nuh ayat 10-12

“Maka aku katakan kepada mereka,’Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (10) Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (11) Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai(12)” (QS Nuh 10-12)<

(Al-Mufradat fi ghariibil Qur’an hal:362)

sahabat..

Ada banyak waktu dimana kita bisa selalu berinteraksi dengan Allah. Bagaimana mungkin Allah akan meninggalkan hamba yang selalu mengingatnya. Ketika kita memohon ampun seperti itulah kita sebanarnya menempatkan diri kita sebagai benar-benar seorang hamba.

Sahabat..

kita bisa membacanya ketika bersantai di rumah, mengendarai kendaraan, ketika antri, ketika memasak, ketika bercengkerama dengan keluarga, ketika bekerja, ketika apapun juga, kapanpun juga.

Sahabat..

Janganlah kita mengandalkan kehebatan akal kita, kekuatan fisik kita, karena hakekatnya kita ini lemah. Dan bagaimana juga ketika Allah sudah “turun tangan” maka niscaya tidak akan ada masalah yang tidak terselesaikan. Walaupun seluruh penduduk langit dan bumi menghalanginya.

Sahabat..

Mari bersama-sama kita perbanyak istighfar, dan jika memungkinkan kita membaca sayyidul istighfar (penghulu isghfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istigfar adalah apabila engkau mengucapkan,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)

Faedah dari bacaan ini adalah sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan dari lanjutan hadits di atas,

وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ »

“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

Sahabat..

Sangat sederhana walaupun saya juga termasuk orang yang lalai dalam hal ini, oleh karena itu mari kita baca dalam hati dan lisan kita masing-masing…Astaghfirloh..astaghfirloh…astaghfirloh.. Sahabatmu, aris

http://jihadsabili.wordpress.com/2011/03/17/istighfar-solusi-setiap-permasalahan-hidup-anda/

Komentar
  1. […] Istighfar….Solusi setiap permasalahan hidup anda (via Rafaqo) 18 Mar Sahabat.. Di detik ini, saat ini mungkin diantara kita ada yang mengalami kegalauan dan keresahan dalam menghadapi panggung kehidupan ini. Himpitan ekonomi, permasalahan keluarga, terlilit hutang, sakit yang sulit disembuhkan, keimanan yang terjun bebas, lingkungan yang tidak kondusif, ditindas, terdzolimi dan berbagai macam problema kehidupan lainnya yang membuat kita seolah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kita seolah ingin pingin teriak, kita … Read More […]