Arsip untuk 02/23/2011

Jakarta, Banyak yang menganggap gagang pintu toilet merupakan tempat paling kotor karena mengandung banyak kuman dan bakteri yang berasal dari toilet. Tapi tahukah Anda bahwa telepon genggam atau ponsel lebih kotor ketimbang gagang pintu toilet?

Peneliti menganalisis 30 ponsel dari beberapa orang yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa ponsel mengandung bakteri hidup 18 kali lebih banyak ketimbang gagang pintu toilet.

Hasil penelitian ini sangat mengejutkan, karena selain mengandung bakteri 18 kali lebih banyak ketimbang pintu toilet, peneliti juga menemukan bahwa bakteri yang bersarang di ponsel berada pada ‘warning level’ dari tingkatan bakteri lingkungan.

Sebuah ponsel dapat terkonsentrasi penuh dengan bakteri, termasuk bakteri faecal coliforms, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan gangguan di perut yang cukup serius.

Meski tidak secara langsung dapat berbahaya, tapi peningkatan kadar bakteri menunjukkan bahwa ponsel memiliki kebersihan yang buruk. Selain itu, ponsel juga dapat berperan sebagai tempat berkembangbiak yang nyaman bagi kuman-kuman yang lebih berbahaya.

“Tingkat bakteri yang berpotensi membahayakan pada ponsel sudah melebihi skala normal. Ponsel perlu disterilkan,” ujar Jim Francis, pakar Kebersihan dan Hygiene, seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (29/7/2010).

Hasil penelitian menunjukkan bagaimana bakteri dengan mudah dapat berkembangbiak pada permukaan ponsel dan dapat berpindah ke orang lain yang memegang langsung atau bersalaman dengan si pemilik ponsel.

Francis menyarankan, sebaiknya ponsel sering dibersihkan dan disterilkan dengan alcohol wipe, yaitu pembersih yang mengandung sedikit alkohol. Ini akan lebih melindungi Anda dari bahaya bakteri yang bersarang di ponsel.

(mer/ir)

http://health.detik.com/read/2010/07/29/123027/1409248/766/ponsel-18-kali-lebih-kotor-dari-pintu-toilet?l993306763

Iklan
Beginilah isi Doktrin Sesat Kitab Suci Ahmadiyah, Jemaat Ahmadiyah memiliki kitab suci bernama Tadzkirah. Buku ini berisi mimpi-mimpi dan khayalan Mirza Ghulam Ahmad yang dicatat dan dikumpulkan menjadi buku.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah mengkaji buku ini dan sepakat menyimpulkan bahwa Ahmadiyah adalah organisasi sesat dan menyesatkan.
Umat Islam Indonesia melakukan penyerangan terhadap komunitas Ahmadiyah di beberapa wilayah dikarenakan fatwa MUI tersebut. Namun tak banyak dari mereka mengetahui apa saja bukti kesesatan Ahmadiyah selain pengakuan memiliki Nabi baru yaitu Mirza Ghulam Ahmad.
Berikut ini adalah beberapa isi Tadzkirah, kitab suci Ahmadiyah yang menunjukkan ajaran kesesatan sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.
1. Ahmadiyah menghina Allah, dengan mengaku sebagai anak Allah: “Engkau (Mirza Ghulam Ahmad) di sisi-Ku seperti kedudukan anak-anak-Ku, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau.” (Tadzkirah hal 436).
2. Mirza Ghulam Ahmad meyakini menyatu dengan Allah: “Maka Aku melihat bahwa roh-Nya meliputiku dan bersemayam (berada) di badanku dan mengurungku dalam lingkungan keberadaan-Nya, sehingga tidak tersisa dariku satu (atom) pun. Dan aku melihat badanku, ternyata anggota badan-Nya Allah, dan mata-Nya adalah matanya Allah, & lidahnya adalah lidah-Nya pula.” (Tadzkirah hal 196).
3. Mirza Ghulam Ahmad mengaku sederajat dgn ke-Esa-an Allah: “Wahai Ahmad-Ku, Engkau adalah tujuan-Ku, kedudukan-Mu di sisi-Ku sederajat dengan ke-Maha-Esaan-Ku, Engkau terhormat pada pandangan-Ku.” (Tadzkirah, hal 579)
4. Mirza Ghulam Ahmad mengaku lebih sempurna dari Allah: “Nama Mirza Ghulam Ahmad sangat sempurna, sedang nama Allah tidak sempurna
5. Ahmadiyah mengkafirkan umat Islam yang bukan non-Ahmadiyah: “Bahwa Allah telah memberi kabar kepadanya, sesungguhnya orang yang tidak mengikutimu dan tidak berbaiat padamu dan tetap menentang kepadamu, dia itu adalah orang yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya dan termasuk penghuni Neraka jahim”. (Tadzkirah, hal 342).
6. Jemaat Ahmadiyah tak boleh salat dengan non-Ahmadiyah: “Sesungguhnya Allah telah menjelaskan padaku, bahwa setiap orang yang telah sampai padanya dakwahku kemudian dia tidak menerimaku, maka dia bukanlah seorang Muslim dan berhak mendapatkan siksa Allah.” (Tadzkirah, hal 600).
7. Ahmadiyah mengklaim Tadzkirah sebagai kitab suci yang paling benar: “Sesungghuhnya kami telah menurunkan kitab suci Tadzkirah ini dekat dengan Qadhian (India). Dan dengan kebenaran kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (Tadzkirah, hal 637).
8. Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Rasulullah: “Dan katakanlah, Hai manusia sesungguhnya saya rasul Allah kepada kamu sekalian.”
Isi Doktrin di atas belum di tulis sepenuhnya di sini. Dan ini hanya sebagian kecil saja…. Semoga ini bisa membuka mata hati kita untuk membedakan mana yang benar dan salah.