Ayah

Posted: 12/09/2010 in Coretan, Hati

Terlahir menjadi anak pertama. Hanya berbekal semangat, mulailah ia meninggalkan kampung, guna mengadu nasib di kampung orang. Walau masih sekolah, ia mencari tambahan dengan berdagang. Setelah selesai dari pendidikan SMA, mulailah mencari pekerjaan. Suatu perusahaan negeri telah menerimanya untuk bekerja. Tidak lama bekerja di instansi pemerintah, ia pindah ke sebuah perusahaan asuransi. Dimasa ini pula ia menikahi seorang gadis yang cantik yang insyaAllah taat agama.

Pekerjaan tidak tetap terus berpindah dari perusahaan satu ke perusahaan yang lain. Memang jiwa yang penuh semangat, masuklah ia di perusahaan swasta nasional yang saat itu sedang naik daun. Ia dipercayai untuk memegang berbagai cabang di daerah. Maka anak-anaknya terlahir di daerah di mana ia bertugas. Semakin hari semakin ia memahami seluk beluk perusahaan tersebut. Terbesit lah ia untuk mendirikan perusahaan seperti perusahaan yang sedang ia bekerja.

Di awal era 80-an bersama 3 orang temanya mendirikan suatu perusahaan. Perusahaan yang ia impikan untuk memimpin sendiri. Perusahaan ini pula yang mengilhami adik-adik bahkan keponakan-keponakanya. Usaha tidak semulus yang kita impikan. Teman-teman seperjuangan mulai mengundurkan diri dari perusahaan. Maka berjalanlah ia seorang diri untuk memajukan perusahaan impianya. Dengan keuletan dan semangat juang, ia mampu menyekolahkan 4 orang anak-anaknya hingga jenjang Sarjana.

Hingga ia mulai merambah ke sektor lain. Yaitu sektor komunikasi, maka mulailah ia dengan sektor yang baru itu. Pada masa itu di tempat ia tinggal masih jarang sektor ini. Walau anak-anak sudah selesai disekolahkan, namun ia tetap semangat dengan usahanya. Sampai pada masa dimana sudah tidak dapat di tolerir lagi. Perusahaannya gulung tikar. Tapi ia tetap berusaha bahkan ingin mendirikan lagi perusahaan yang serupa. Waktu terus bergurlir. Hingga Sang Khalik memanggilnya.

Semoga di alam sana engkau istirahat dengan tenang, dibalas segala usaha dan ibadahmu. Ya Allah ampunilah ia, peliharalah ia dari segala keburukan. Kami yang selalu merindukanmu

 

Komentar
  1. tukangecuprus mengatakan:

    Oh. Endingnya gak disangka. True story?
    Turut mendoakan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.

  2. Online Lifestyle mengatakan:

    kisah nyata mas ?