Canda Anak

Posted: 12/02/2010 in Coretan

Waktu telah menunjukan pukul 8.30 WIB, seorang bapak berangkat menuju kantornya. Dilepas oleh ketiga anak dan istri tercinta. Sepanjang perjalanan masih terngiang tawa dan canda anak-anak. Kadang-kadang tanpa terasa mulut ini tersenyum, terbayang tingkah pola anak yang lucu

Sesampai di kantor, terlihat arsip di meja yang siap untuk dibenahi. Kadang kening ini berlipat untuk melihat data di komputer dengan teliti, kadang pula mata ini di picingkan agar terlihat dengan jelas angka dan huruf-huruf kecil. Sesekali teman menyapa, kadang pula bertanya. Terdengar pula pesawat telpon mencari teman yang lain.

Kesibukan ini membuat waktu begitu cepat. Sehingga tak terasa waktu mulai sore, detak-detak jam menuju pukul 17.00. Diri ini mulai berbenah untuk persiapan pulang. Terlintas di kepala keceriaan anak-anak yang selalu menggoda untuk mengajak bercanda. Diperjalan pulangpun hati ini tertawa, terlintas kenakalan anak-anak bermain. Dari ujung jalan, terlihat anak-anak sudah menunggu, berlari-larilah mereka untuk naik di sebuah motor yang jaraknya hanya + 100 meter. Terlihat jelas keceriaan dari mereka, keluar lah kata-kata menggelikan hati. Terhapus sudah kepenatan berkerja seharian. Masuk ke rumah di mulai lah canda, ada yang berlari, melompat kasur, menggendong pundak. Abang sembunyi di balik pintu, ternyata sedang main serutan pencil milik cicinya, Si dede mencari abang sambil badan agak bungkuk berlari-lari kecil. Pecah tawa mereka saat abang tertangkap oleh dede. Senangnya hati melihat canda anak di rumah. Keceriaan ini tak ingin berhenti.

Komentar ditutup.